Another of My Journal: Komoditi Unggulan Konawe Selatan


Bismillah

Sekedar sharing pengalaman saja mungkin. Saat nulis tugas akhir (tesis) kemarin, saya nulis tentang komoditi unggulan di Kabupaten Konawe Selatan. Hal ini dilakukan karena tesis yang saya tulis include dengan pekerjaan saya sewaktu nyambi sambil kuliah, yakni survey komoditi unggulan di Provinsi Sulawesi Tenggara, dan saya kebagian survey di kabupaten tersebut. Berbekal kuesioner, materi bahan tayang untuk FGD, serta materi2 yang sebelumnya sudah dijejalkan pada laptop, saya mulai kasak kusuk nyari data.

Saya mengangkat topik terkait pengembangan rumput laut di Konawe Selatan (Konsel). Sebenarnya survey yang saya lakukan lingkupnya lebih luas, yakni menganalisis komoditi unggulan sektor primer, baik dari pertanian maupun pertambangan & penggalian. Akan tetapi, karena kekhawatiran saya tidak mampu mengumpulkan data lapangan secara lengkap serta keterbatasan waktu pas nyusun tesis, akhirnya topik komoditi unggulannya lebih dikerucutkan lagi pada sub sektor perikanan yakni rumput laut.

Dari data yang diperoleh di lapangan serta narasumber Dinas Kelautan dan Perikanan, produksi komoditas rumput laut dari 8 kecamatan dalam lingkup kawasan minapolitan di Kabupaten Konawe Selatan mencapai 17,044 ton pada tahun 2013. Sampai dengan pertengahan tahun 2014, jumlah produksi rumput laut sebanyak 13,134 ton dan akan terus meningkat. Kenapa produksi rumput laut disini tinggi? Berikut beberapa alasannya:

  1. Adanya dukungan pemda setempat terhadap pengembangan wilayah minapolitan Konawe Selatan dalam visi dan misi pembangunan daerah. Kawasan minapolitan Kabupaten Konawe Selatan terletak di bagian selatan wilayah kabupaten sepanjang garis pantai Kecamatan Tinanggea yang berbatasan dengan Kabupaten Bombana hingga Kecamatan Moramo Utara yang berbatasan dengan Kota Kendari. Secara keseluruhan, pada tahun 2013 terdapat 8 kecamatan yang dijadikan kawasan minapolitan di kabupaten Konsel, dan bertambah lagi pada tahun 2014 menjadi 9 kawasan.
  2. Antusiasme masyarakat pesisir terhadap budidaya rumput laut sangat tinggi. Hal ini dikarenakan modal yang diperlukan tidak terlalu besar, akan tetapi keuntungan yang didapat oleh masyarakat pembudidaya setelah melakukan panen hasil budidaya rumput laut cukup besar, apalagi jika masyarakat menjual komoditi tersebut dalam bentuk rumput laut kering maupun produk turunannya.
  3. Dukungan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal terhadap pengembangan daerah tertinggal, salah satunya Kabupaten Konsel. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya program serta bantuan yang diberikan untuk daerah ini dalam rangka mengembangkan komoditi unggulan kabupaten.

Akan tetapi, pengembangan komoditi unggulan di Konsel mengalami beberapa kendala. Berdasarkan hasil FGD dan wawancara di lapangan, diketahui bahwa penurunan jumlah produksi komoditas rumput laut disebabkan oleh beberapa hal, yakni:

  1. Aktivitas pertambangan yang dilakukan disekitar pesisir/ wilayah perairan laut Konsel,
  2. Hama penyakit ice-ice yang menyerang tanaman rumput laut sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen,
  3. Bibit unggul rumput laut yang masih mendatangkan dari daerah lain,
  4. Kebanyakan produk yang dipasarkan baru barang setengah jadi berupa rumput laut kering, belum terdapat pabrik pengolahan produk turunan/ produk akhir,
  5. Baru terdapat beberapa kawasan pengeringan dan pengepakan rumput laut yang tersebar pada beberapa wilayah pesisir,
  6. Fasilitas pendukung yakni pembinaan SDM (petani rumput laut) serta sarana prasarana pendukung belum memadai,
  7. Akses pemodalan yang masih sulit diperoleh, serta
  8. Pemasaran hasil yang masih terbatas, yakni dikirim ke Kota Kendari.

Berdasarkan permasalahan di atas, saya mencoba menganalisisnya dengan menggunakan beberapa tools, yakni menggunakan analisis rantai nilai (value chain analysis), analisis SWOT, serta analisis hirarki proses (AHP). Hasil penelitian yang didapatkan strategi kebijakan yang harus dilakukan adalah (ngga terlalu detail ya hasilnya, hanya garis besarnya saja):

  1. Adanya kegiatan riset bibit unggul rumput laut. Hal ini harus ditunjang dengan adanya kerjasama dengan berbagai lembaga terkait seperti universitas, KPDT dll serta dukungan SDM dan dana penelitian dari Pemda setempat.
  2. Memperbanyak akses modal terutama dari pihak perbankan. Pemda Konsel dapat bekerjasama dengan bank nasional dan bank pemerintah daerah yang terdapat di Konsel untuk memberikan akses modal kepada petani rumput laut.
  3. Memperluas akses pasar rumput laut. Hal ini dapat dilakukan melalui  penjalinan berbagai kerjasama dengan berbagai pihak serta penandatanganan MoU terkait dengan pemasaran rumput laut.
  4. Modernisasi teknologi rumput laut yang digunakan.
  5. Perbaikan dan penambahan sarana prasarana pendukung.

Begitulah kira-kira hasil penelitiannya.Beberapa sumber inti yang saya sertakan dalam daftar pustaka penelitian ini adalah:

  • Bappeda Konawe Selatan & LP2M FT Universitas Sulawesi Tenggara. 2013. Penyusunan Rencana Pengembangan Pusat Kawasan Strategis Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2013.
  • BPS Kabupaten Konawe Selatan. Konawe Selatan Dalam Angka 2014.
  • BPS Kabupaten Konawe Selatan. Konawe Selatan Dalam Angka 2013.
  • BPS Provinsi Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara dalam Angka 2014.
  • DKP Kab.Konawe Selatan. 2014. Perkembangan Budidaya Rumput Laut Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2014.
  • DKP Kab.Konawe Selatan. 2013. Perkembangan Budidaya Rumput Laut Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2013.

Oya, untuk pengolahan hasil kuesioner AHP, saya menggunakan software expert choice 2000. Semoga memberikan gambaran serta pencerahan bagi teman-teman yang akan melakukan penelitian terkait dengan komoditi unggulan di suatu daerah.

Salam_timberlake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s