Yang Jauh, Yang Mendekat


Setinggi-tinggi bola melambung, jatuhnya ke tanah jua

Ya, kita berkelana, mengembara jauh tanpa tujuan. meninggalkan apa yang kita cintai, berputar haluan dan sering berganti arah. lalu mengalami turun naik serta liku hidup.

Lalu kita ingat rumah. lalu kita ingan masa lalu dimana kita dilingkupi kebahagiaan yang sudah lewat dan terlewatkan. atau malah kita melewatkannya dengan sengaja. dan lalu kita kembali, menua dan mati disana. ditempat kita lahir dan dibesarkan. lalu mencium tanah disana juga.

Kita sering terlalu jauh pergi meninggalkan-Nya. lupa pada-Nya. dan berlari berputar berlama2. padahal garis finish itu begitu dekat dengan garis dimana kita memulai langkah, dimana kita malah berjalan dan berlari melawan arah selesai. bagus kalau ketika kita berjalan menjauh dari garis finish untuk kembali kesana selalu bersama-Nya, mengingat-Nya.

start and finish

start and finish

Seperti orang rantau yang mudik ke kampung halaman saat lebaran.

atau layaknya burung terbang jauh dan pulang kesarang.

atau bahkan kematian, yang semakin hari semakin kita dekati tenggat waktunya…

sejauh apapun aku berlari, aku pasti balik sama takdirku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s