Fonomena Mahasiswa Salah Jurusan; Harus Bagaimana?


Nah, barusan pas lagi mantengin TL, aku tertarik sama salah satu tweet dari kompas.com yang ngebahas pertanyaan dari salah seorang pembaca mengenai kegalauan dan kegundahan hatinya terkait dengan permasalahan umum yang juga aku alami pas awal-awal menjalani kuliah di tempat yang sekarang justru aku cintai,… Mari deh kita simak.

Bismillah

Sumber

Pada kebanyakan kasus/ fenomena yang dialami sama mahasiswa yang baru menjalani masa kuliah atau sudah kuliah beberapa waktu di salah satu program studi, pasti sering memikirkan cita-cita awal mereka sebelum kuliah dan kenyamanan mereka menghadapi perkuliahan. Seperti yang dialami sama Andi Tri (18), salah satu mahasiswa yang ngirim surat elektronik pada pihak kompas.com. Dia yang saat ini masih berkuliah, namun merasa salah memilih jurusan. Banyak keraguan, rasa bimbang serta pertanyaan yang muncul dibenak kamu-kamu yang ngerasain hal serupa karena merasa tak nyaman melanjutkan kuliah. Lalu pertanyaan yang sering muncul; apakah kita harus berhenti kuliah karena salah memilih jurusan dan kembali mencoba peruntungan buat ikut tes masuk prodi harapan kita? Apa yang sebaiknya dilakukan? Begitu kira-kira pertanyaan yang bisa dikutip dari sumber tadi.

salah jurusan

salah jurusan

Menanggapi persoalan di atas, Ainy Fauziyah, CPC selaku Leadership Motivator & Coach serta Penulis buku best seller “Dahsyatnya Kemauan” (www.ainymotivationclass.com) dari pihak kompas.com memberikan jawaban atas kegundahan hati Andi dan kamu-kamu semua yang merasakan permasalahan serupa.

Menurutnya, merasa bimbang karena tidak nyaman untuk melanjutkan kuliah adalah sebuah kondisi yang tidak menyiksa di hati.  Antara ingin segera berlari meraih impian dan me-manage hati yang sedang bimbang. Alhasil, kita tidak jadi ke mana-mana. Yang ada hanyalah penyesalan dan kegalauan. Jadi, yang perlu dilakukan untuk menghadapi kondisi ini agar segera berlari meraih impian ada tiga hal menurut beliau, yakni:
1. Bertanya kepada diri Anda sendiri dengan tiga pertanyaan berikut dan jawablah dengan jujur:
Apa alasan saya yang sebenarnya saat itu hingga saya mengambil jurusan ini?
        Sebenarnya, saya ingin menjadi apa?
        Apa yang membuat saya merasa salah mengambil jurusan?
        Seberapa sering saya merasa ragu atas keputusan-keputusan saya saat ini?
        Benarkah berhenti kuliah adalah keputusan terbaik saya? Apa yang akan saya lakukan selanjutnya?

Dengan menjawab jujur ke-5 pertanyaan tersebut di atas, diharapkan kitamenjadi lebih tahu dimana posisi kita saat ini berada, dan menemukan jawaban pertanyaan tentang mengapa kita merasa salah mengambil jurusan. Ini adalah dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya.

2. Jika seandainya kita berhenti kuliah, dan berencana mengambil jurusan lain, kita harus mengenal jurusan itu dengan baik. Ini untuk menghindari pengulangan kesalahan yang sama. Karena, orang yang bijaksana itu tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dalam hidupnya. Untuk mengenalnya dengan baik, carilah informasi tentang jurusan yang akan diambil. Kelak, kita akan menjadi “apa” jika lulus dari jurusan itu?

Bertanggung-jawablah atas setiap keputusan yang diambil. Tetap di jurusan  sekarang atau pindah jurusan, semuanya ada di tangan kita sendiri. Tidak ada yang salah dengan pindah jurusan. Dan tidak ada yang salah pula jika kita tetap pada jurusan sekarang. Yang salah adalah jika kita tidak bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil; jika kita tidak mau menghadapi segala resikonya dan jika kembali mengulang kesalahan yang sama dengan sebelumnya.

3. Bicaralah dengan kedua orang tua. Ungkapkan segala uneg-uneg yang dirasakan dan tanyakan apa pendapat mereka. Jangan lupa, tunjukkan bahwa kita adalah seorang anak  yang bertanggung-jawab. Artinya, jika kita bersikeras untuk meninggalkan jurusan sekarang dan pindah ke jurusan baru, buktikan prestasi kita. Bukan keluhan, apalagi kegalauan. Saatnya melangkah dengan penuh tanggung jawab

awas salah naek angkot, eh salah ngambil jurusan

awas salah naek angkot, eh salah ngambil jurusan

Kasus:

Aku pernah juga mengalami hal serupa, dimana aku ingin kuliah dimana; tapi karena tidak dibukanya pendaftaran pada masa itu, terpaksa aku mengambil pilihan jurusan hasil pengumuman PMDK. Dan tidak diizinkannya ikut SPMB (sekarang kita kenal SNMPTN) dan ujian masuk beberapa PTN, jadi memang beberapa pilihan jurusan yang sempat aku masukan untuk PMDK aku pilih 1. Awalnya sempat tidak semangat kuliah dan berpikir pindah universitas dan jurusan. Akan tetapi, dipikirkan lagi toh tidak ada salahnya mengenal ilmu baru diluar kegemaran/ minat aku. Jadi aku jalani saja, dinikmati. Ditambah lingkungan kuliah aku yang enakeun ternyata. Menambah semangat kuliah meski seringnya asal-asalan kuliah. Yang jelas sudah lulus dan aku tetap bekerja dibidangku saat ini, yang ternyata bisa aku cintai jika aku mau belajar mencintai dia. Hahaha….

Ada juga salah satu rekan aku yang mengalami polemik sama. Merasa tidak nyaman dengan jurusan yang telah dia masuki. Aku share dengan temannya yang notabene sahabat aku; dia berpendapat tetap diteruskan. Sementara aku berpikir saat kondisi saat itu tidak memungkinkan, dan kusarankan temannya keluar saja dan mengambil jurusan yang mendukung hobi, minat bakat serta profesi pekerjaan yang saat itu tengah ditekuninya. Pada akhirnya, meski bertahan beberapa semester, temannya keluar dan mengambil jurusan baru. Akhirnya, dia menjadi yang terokeh karena mungkin memang dia berniat serius kuliah disana dll.

Jadi pada akhirnya, semua keputusan ada ditangan kita. Tetap mengejar dan meraih mimpi masa lalu kita untuk masa depan yang sudah kita rancang dengan semua konsekuensi yang ada; keluar prodi yang sudah kita salah masuki, lalu kembali berkompetisi untuk berebut bangku perkuliahan dan meneruskan mimpi kuliah di jurusan impian kita; atau tetap berada pada jurusan yang kita rasa salah masuki dan berusaha mengenal, mendalami dan mencintai profesi kita kelak setelah kita lulus dari sana. Jadi sebaiknya diistikharahan sama direnungkan baik-baik semua konsekuensinya. Okeh?

Salam_timberlake

2 thoughts on “Fonomena Mahasiswa Salah Jurusan; Harus Bagaimana?

  1. bagaimana klo sudah lulus kuliah tetapi tetap merasa salah jurusan? dan telah bekerja namun tidak sesuai keinginan karna salah jurusan waktu kuliah dulu?? dan pada akhirnya bekerja dengan keterpaksaan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s