Hikmah: Tolong Menolonglah dalam Kebaikan (Cerita Dibalik Petualangan)


Kamari teh hayang nulis blog,tapi karena efek tunduh, poho, dan sajabana, jadi we teu jadi. Baru beberapa detik tadi inget. Langsung deh ngeblog.

Bismillah

Rabu kemaren, alhamdulillah aku ketemu sama dosen pembimbing skripshit pas waktu jaya-jayana keur jadi mahasiswa,masa mamaceuhna tingkat akhir nu bikin butex, bersama kakak tingkat di apartemen ibu. Awalnya,aku niat ikut sama lanceuk adalah menikmati fasilitas internet gratis di kawasan Tebet, Jakarta Selatan sambil nungguin walimahan sodara aku anak bibi, Teh/De Riska (aku bingung manggilnya apa ya,soalnya lebih tua tapi anak bibi, hedehhh~) di Elnusa. Tapi karena memang Rejeki Di Tangan Allah, jadi ya kerja bareng Ibu lagi deh. Hehehe…

Nah,di sini ceritanya di mulai….

Dasarnya, aku kan jelemana eraan, jadi sulit buat mengakrabkan diri kalo ke yang ngga seumuran teh. Bawaanna memboringkan partai we. Tapi karena beliau-beliaunya baik, tanpa berputus asa terus aja ngajakin aku ke dalam kebaikan buat ngga menyia-nyiakan waktu dengan bekerja. Sesuai kutipan ayat Al-Quran Surat Al-Maidah5:2 yang memiliki terjemahan:

Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras dalam hukuman-Nya.” (sumber)

Masjid Jami’ Al Azhar – Jatipermai

Sumpah aku salut sama mereka yang tak kenal lelah memberikan jalan kebaikan sama sesama umat-Nya.Itu satu. Jujur, tidak putus tali silaturahmi aja buat aku itu sungguh luar biasa. Apalagi mau menolong anak didiknya menemukan jati dirinya. Hehehe. Banyak hal yang dibahas saat ketemu, obrolan-obrolan ringan mengalir.Tapi karena emang dasar aku orangna rese dan teu rame,jadi we sok kadag mentok nyari topik teh… TOPIIIIIKKKKK kamana ente? -___-

 Trus dua, beliau nganter aku ke tempat baru,dikenalin,trus diajak ngobrol-ngobrol dan riang bercanda tawa. Sumpah bingung banget mau ngapain, orang baru dengan kapasitas minim banget. Duh ya Allah dunia ini ternyata sempit ya,yag bisa aku diami selama 20 tahunan terakhir.Hingga pas aku mengenal lingkungan baru,asaan teh kurung batokeun we -___-.

Dan tidak berhenti sampai di situ. Ya allah,…Mimpi apa aku sampe kenal orang-orang baik. Aku yang katro dan emang jarang ulin jelemana, dianter nyari rute pulang dan dikasih tutorial seputar rute ke tempat aku ntar. Subhanallah, beliau rela panas-panasan dan capek-capekan hanya demi nemenin aku (yang mungkin saat ini useless,ntar mah use bgt amin). Kita berdua awalnya naik taksi, udah kayak keluarga (sumpah bingung aku gimana cara ngebales kebaikan ibu, ibuuuuu🙂 ), trus jalan kaki sampe ke halte busway sambil terus diingetin soal rute perjalanan dan cerita-cerita seru, naik busway (aku tau ibu kecapekan,tapi raut wajah dan energinya dikuatkan,biar aku ngga khawatir T^T #serasa ibu sendiri,hiks), dan terakhir naik comline arah Depok. Meski lelah,ibu terus tersenyum dan ngasih wejangan serta tutorial biar aku kagak nyasar,hahaha…

busway

kereta commuter line

Yah~ Begitulah pada akhirna. Teu nyasar,dan meninggalkan luka. Luka yang sangatttt dalam dan SAKITTTTT. Luka karena belum berguna dan belum bisa membalas setiap kebaikan yag diterima. Dan pelajarannya adalah…. Bahwa aku harus bisa minimal membalas kebaikan Ibu, maksimalnya memberikan kebaikan pada orang lain tiada putus seperti yang dilakukan Ibu sama aku. Yep. Itu pembelajaran berharga dan bermakna, dimana ke depannya, kepercayaan seseorang dan kebaikannya ngga bakal sia-sia dipundak aku. Insya allah.

Wallahu ‘alam Bisawab.

Sekian ah… hehehe….

Salam_timberlake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s