Renungan Kehidupan : Nikmat Tuhan Mana yang Kita Dustakan?


sudah lama aku pengen nulis ini,… dan kemaren2 pas habis ngambil duit di ATM, aku keingetan. dan mari kita mulai menulis unek-uneknya.

Bismillah

ada banyak dibagian waktu; yang ketika kita merasa tidak kurang suatu apapun, kita tidak mensyukuri nikmat dari-Nya. kenapa? karena kita tidak merasakan jika kita tidak memiliki hal yang telah kita punya dari awal. semacam kebutuhan hidup. yang kita rasakan justru adalah keinginan, yang malah bikin rasa syukur kita akan kehidupan semakin menipis, dan ujung-ujungnya malah ‘murukusunu‘.

aku keingetan sama pernikahan kakak tingkat aku yang konon maharnya adalah,…. JRENG JRENG,…. hafalan surat Ar-Rahman! Subhanallah…. dari link ini, dipaparkan bahwa Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia. aku selalu inget dan,… ayat itu terngiang-ngiang di otakku. sampe aku nulis ini postingan.

lalu, baik dimasa lalu, sekarang, dan mungkin nanti, aku ngga bisa lepas dari kata MENGELUH. kenapa? karena aku menyesali arti kehidupan yang tidak sesuai standar diri, yang mungkin kalo orang ngeliat aku gimana, tapi aku tetap merasa kurang. dan sering terlontar kata-kata semacam ini: “Andai dulu aku begitu, pasti ga kayak gini…. pasti begitu…. ” atau “coba kalau aku yang dapet itu pasti ini….“. daaaannnn memang terbukti, keluhan-keluhan aku yang tertuang di semua jejaring sosial mempengaruhi mood temen-temen aku, yang pasti nambah citra jelek, bikin mood mereka jelek, geuleuh ka aku, dll dll deh. wahahahaha….

tapi kemudian aku berpikir, maukah aku menukar nikmat yang sekarang aku rasakan dengan sesuatu yang mereka terima, dalam kondisi kehidupan mereka yag ditukar dengan aku? aku mikir lagi…. ga mungkin aku mau. jauh dilubuk hati aku, aku sangat bersyukur dengan apa yang kumiliki sekarang saat aku diingatka pada hal itu. meski sering, dan selalu rasa syukur itu tertimbun oleh penerimaan nikmat-nikmat-nya yang kurang baik yang aku lakuka, hingga aku ngga merasa bersyukur sama apa yang aku punya.

semisal…..

sekarang ini, kerjaanku belum tetap. serabutan. freelance. mungkin orag mikir bebas, bisa maen, dll. tapi buat aku ngga. aku nyesel kenapa dulu2 tawaran demi tawaran kerja aku tolak, ngga aku simak baik-baik sampe terlewat, bahkan aku sering iri sama temen-temen aku yang notabene sudah menyadang STATUS KERJAAN. “andai saja aku…..” (keluar lagi tuh kata2 HANJAKAL –‘). aku ngga bersyukur dengan apa yang aku jalani, dengan apa yang aku punya sekarang, lengkap dengan atribut kenikmatan yang Allah berikan sama aku.

lalu bagian diriku yang lain nanya: “kalau kamu jadi dia, kerja disana, lalu kondisinya seperti dia (kesehatan, kebahagiaan, kehidupan, dll dll), apa kamu mau menjalaninya? apa kamu bahagia dan bisa sekuat sekarang saat kamu menjadi diri kamu sendiri dengan rejekimu sendiri?“. dan aku mikir, mustahil aku mau. aku ternyata ngga mensyukuri semua yang udah, sedang dan bakal Dia kasih ke aku. aku ngga pernah menjalani kehidupanku dengan bahagia dan normal, dengan penerimaan dan rasa berterima kasih pada Sang Maha Pengatur Rezeki hamba-Nya.

dan aku berpikir…. aku bahagia menjadi diriku sendiri. semua yang aku pengen, yang aku butuhin, ada pada-Nya. telah digariskan. hanya saja, kudu rajin berdoa da ikhtiar. karena jawaban dari kenikmatan yang aku harapkan hanya 3 dari-Nya: YA, BELUM SAATNYA, dan…. ALLAH MAHA TAU YANG LEBIH BAIK BUAT AKU. pasti Dia kasih yang terbaik dari nikmat yang aku harepin tapi ngga kunjung dateng ke aku.

yes,… may be ituu yang pengen aku tulis. secuil renungan perjalanan selama 2dekade lebih, yang selalu aku sesali akan nikmat yang ngga pernah bisa aku syukuri. untuk masa laluku, aku ikhlaskan… untuk masa kiniku, aku semangat berikhtiar dan berdoa, untuk masa depanku,… aku bersabar.

BERDAMAILAH DENGAN MASA LALU. BERBAHAGIALAH DENGAN MASA KINI. DAN OPTIMIS DENGAN MASA DEPAN.

salam_timberlake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s