Penelitian Eksperimen: One Group After Only Design


Menurut Arikunto (2006:3), metode eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyishkan maksud untuk melihat akibat dari suatu perlakuan.

Menurut Soehartono (1995), rancangan atau desain (design) penelitian merupakan rencana atau pola yang akan diikuti dalam melaksanakan penelitian, termasuk analisisnya (dalam S., Shilva Masya. 2010). Dalam penelitian ini, berdasarkan jumlah pengukuran VT, terdapat design penelitian one-group posttest design, yakni desain penelitian yang hanya melibatkan satu kelompok yang diberikan manipulasi, kemudian setelah jangka waktu tertentu diukur responnya sebagai pengukuran VT.

Dalam Seniati (2009,117) mengutip dari Christensen (2001), desain ini juga disebut sebagai one group after only design. Simbol desain ini adalah:

Desain ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, organisasi, dan sebagainya. Untuk melihat pengaruh dari variabel bebas (VB) atau independent variable, tidak dilakukan terhadap analisis statistik terhadap hasil pengukuran variabel terikat (VT) atau dependent variable. Sementara berdasarkan paradigma eksperimental, digunakan desain within subject (Skinner 1938 dalam Seniati, 2009:107) dimana hanya menggunakan sekelompok subjek dan setiap subjek diberikan beberapa perlakuan VB berbeda. Dengan demikia dilihat perbandingan dalam kelompok karena perbedaan respon subjek terhadap VB.

Uji manipulasi (manipulation check) dalam eksperimen dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang maksimal dalam kelompok-kelompok eksperimen. Pengukuran dalam uji manipulasi dilakukan agar subjek secara akurat dapat memiliki perbedaan dengan subjek lainnya pada perlakuan variabel (Sekaran, 2003 yang dikutip dalam http://www.freefileuploader. com/files/24ktx8hz7nkhdzs6v075).
Dalam sistem skoring, bisa digunakan skala Likert yang seringkali dilakukan orang adalah dengan cara memberikan skor 1 – 7. Untuk item favorable dalam penelitian ini, mengacu pada sumber http://samianstats.wordpress.com/2008/08/13/ skala-likert/, maka skoring untuk penelitian ini dapat didefinisikan peneliti sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skoring Skala Likert
Skor Item Favorable Definisi dalam skenario
1 Sangat tidak setuju Sangat buruk
2 tidak setuju Buruk
3 agak tidak setuju Agak buruk
4 tidak pasti Tidak pasti
5 agak setuju Agak bagus
6 setuju Bagus
7 sangat setuju Sangat bagus

2 thoughts on “Penelitian Eksperimen: One Group After Only Design

    • salam.
      untuk contoh soal penelitian eksperimen ini, dari sumber teorinya metode penelitian eksperimental (dari UI kalo ngga salah) tidak disertakan.hanya saja yang pernah saya ujikan untuk bahan penelitian saya adalah mengenai kasus penilaian citra beberapa sample lembaga pendidikan tanpa pemberian treatmen terlebih dahulu.hanya dikasih soal post test,responden ngisi beberapa skenario penelitian saya,trus dihitung hasil penelitianya.jadi hanya pada 1 kelompok penelitian tanpa dibagi 2 kelompok.
      nuhun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s