Seperti Telapak Tangan yang Dibalik


aku, jujur,… masih syok sama seperti pertama kabar itu kudengar dari ibuku. awalnya saat beliau nelepon minta ditelepon balik aku kira hanya hal sepele seperti yang biasa aku dengar; kabar baik atau kabar buruk seperti kekhawatirannya seiring semakin banyak yang MBA di kampungku. Naudzubillah…


Tapi, barusan malam beliau menelepon bikin aku sumpah suer setengah mati syok berat. sahabat kecilku, saingan terberatku dalam prestasi akademik membunuh mantan pacarnya; yang sudah menjadi istri orang diluar jawa serta melakukan pencurian terhadap harta bendanya. aku syok,… sumpah syok berat.
aku ingat dulu, saat SD jujur aku sempet suka ke dia. meski bukan orang yang kaya, tapi wajahnya tampan, tubuhnya, yang saat itu kita masih kanak-kanak tapi kunilai (saat itu ya) sudah atletis. pokoknya perfect. olahraganya jago, otaknya encer, juga anaknya kocak dan baik banget hingga saat SD pun banyak yang naksir. dan yang kutau dia itu lumayan bagus ngaji n agamanya.
ternyata….
syetan itu ada dimana-mana. dia yang latar belakang pendidikan pesantrennya seenggaknya lebih bagus dari aku, trus emang perilaku sehari-harinya santun (aku ingat terakhir dia ngesms pas lebaran kemaren pengen reunian), dll ngga ngejamin ternyata. orang, ketika sudah dibutakan nafsu dan telinganya ditutupi kedengkian, kebencian, amarah, dendam, dll ternyata menutup mata hatinya. dia, yang sehari-harinya baik seperti yang banyak orang tahu ternyata sangat diluar kendali. seperti semudah membalikkan telapak tangan perilakunya. aku syok, jujur masih syok. harapan, kepercayaan, dan semua tentang diri kita tak sepantasnya ditaruh 100% pada makhlukNya, harusnya kita bergantung hanya padaNya…
mmm… dia membunuh mantan pacarnya, yang notabene dulu adalah teman satu sekolahnya. bahkan satu kelasnya kupikir. dan mereka sekolah dilingkungan pesantren.
sekali lagi,… perilaku yang nampak sehari-hari tidak menjamin kemurnian dan isi otak seseorang. serta kekalapan dan mampunya mereka dalam memenej perasaan ketika sedang diluar batas kesabaran. isi hati orang siapa yang tahu.
wallahu alam bisawab…

_timberlake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s