UN oh UN…


bismillah

sekarang teh tanggal 18April2011 ya? wah,… pasti anak-anak SMA lagi sport jantung soalnya mau UN,… bentar lagi masuk, atawa emang udah pada dikelas. UN, alias Ujian Nasional. merupakan penentu kelulusan kamu-kamu yang lagi menempuh jenjang pendidikan formal tingkat dasar dan menengah. menjadi penentu bagi kamu-kamu yang susah payah selama tiga tahun menimba ilmu di lembaga pendidikan dari SD nyampe SMA dan hanya ditentukan sama tiga hari masa ujian tulis. BEUH~

UN ini wajib hukumnya dilaksanakan diseluruh sekolah di Indonesia dengan batas kelulusan minimal di tiap tahunnya yang naik terusss sampe mampusss tuh. wakakak… inget pas zamannya SD, ngga ada batas kelulusan pas saya kelas 3 SD keneh (ada lo kakak kelas nu nilai matematikana 1,9 oge, wakakak). trus zaman saya SD, nilai minimalnya berapa lupa uy. kalo pas zaman SMP, kalo ngga salah teh 4,00 (ada temen sekelas ampir ngga lulus, matematikanya 4,03. malahan pas UAN SMP saya tidur lo pas ngerjain bahasa inggris saking mumetna eta ku soal nu renyek. wakakak). pas SMA tuh 4,25. n sekarang tahun 2011 mah 4,00. sayangnya, ngga ada ujian ulangan!!! WHATS??? teu lulus teh nyak teu lulus eta mah alias ngendog lamun teu nyampe nilai 4,00 UN na… heuh~

memang bagus meningkatkan batas minimal nilai UN dari tahun ke tahun. berarti pengen ada progress nyata dari hasil pencapaian prestasi pendidikan anak bangsa lewat capaian nilai kasar peserta didik selama 3 tahun eta. sayangnya, selama n yang saya rasakan, caranya kadang tidak halal. di sekolah saya yang bagus mah ngga ada kebocoran soal, ngan disakola batur yang saya denger ada jual beli kunci jawaban sampe eta guru sorangan ngasih tau jawaban ka murid saking ku sieunna teu lalulus n malu2in sekolah mun teu lalulus teh (duka emang alesannya gitu, duka sieun ke ruang kelas jadi pinuh lantaran loba nu ngendog, wakakak).

trus, apa dong yang dijadikan dasar hukum/ acuan pelaksanaan UN? nih bocoranna tina hasil googling:

a. Undang-Undang  No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 58 ayat (2): “Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan”.

b. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

– Pasal 63 ayat (1). Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

– Pasal 66 ayat (1).
Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.

– Pasal 66 ayat (2). Ujian nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan, dan akuntabel.

– Pasal 66 ayat  (3). Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.

– Pasal 68.  Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
a. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
b. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
c. penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan pendidikan;
d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

– Pasal 69 ayat (1):  Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

– Pasal 69 ayat (2):  Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya.

– Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP.

c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 tahun 2009 tentang  Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Smp/Mts), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010.

sebenernya sih tujuan penyelenggaraan UN tuh bagus, yakni bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. ngan hanjakal, kusabab eta lolobana nu menghalalkan segala cara. sampe2 sekarang pan nilai UN dijadikan syarat buat akreditasi sekolah mun teu salah dengermah. beuki GILA eta usaha sakola nu butut kualitasnya buat mencapai nilai bagus teh. MENGHALALKAN SEGALA CARA. naudzubillah.

jujur, selama diskusi di kelas, saya termasuk aliran yang menentang keras pelaksanaan UN dengan aspek penilaian HANYA DITENTUKAN OLEH PEMERINTAH TANPA CAMPUR TANGAN PIHAK SEKOLAH YANG TAHU BAKAT N PRESTASI SISWA SECARA MENDETAIL. sah-sah saja mengadakan UN, asaaaallll jangan lantas tuh kelulusan mentok dipatok ku nilai UN n HANYA DALAM JANGKA WAKTU 3 HARI. cape2 sakola 3 tahun, teu lulus gara2 3-4 hari. aduh, kasian buat yang misalnya tukang ikutan olimpiade tapi lemah di satu matpel UN n akhirna kudu teu lulus. malahan pernah, anak yang tukang rangkingan 1 di satu sekolah harus ngulang UN gara2 nilai matematikanya 4,00 (pas jaman saya pan minimal 4,25 buat anak SMA). kasian kasian :3

then, apa solusinya?

1. sekolah diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan mereka. jangan hanya berhembus rumor SBI alias Sekolah BertarIf Internasional saja, Tapi harus jadi Sekolah BertarAf Internasional yang bener2 menjaga mutunya. n sekolah SSN sama reguler yang lain juga ningkatin kualitas pembelajaran. jadi bukan tujuannya mencapai nilai gede. tapi pengetahuan siswa bertambah n kemampuannya juga

2. pemerintah juga melimpahkan nilai kelulusan pada sekolah seperti tahun sekarang

3. perketat pengawasan UN. biarkan siswa mengerjakan semampunya. toh kelulusan dipihak sekolah. jadi tau kapasitas otak siswa jebolan sekolah itu berapa besar

4. UN dilaksanakan BUKAN UNTUK PENENTUAN KELULUSAN, tapi juga untuk mengukur kemampuan siswa belajar selama beberapa tahun di sekolah n yang menjadi alasan kenapa siswa mesti sekolah bener2 teh karena ADA UN, wakakak. juga buat syarat testing, dll.

yah. segitu saja. itu opiniku. bagaimana opinimu???

salam_timberlake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s