ungkapan


terkadang saya bingung kudu bagaimana meredam rasa rindu. memang mati dan layu dengan sendirinya, tapi harus cepat dipangkas sebelum menemukan sumber air dan makanan yang membuatnya bertahan hidup dan tetap tumbuh mengakar kokoh di dasar hati.

dulu mungkin saya suka lantaran bijak, dewasa, mengingatkan, sabar, tampang cute.. atau apalah yang menjadi tolok ukur saat itu. tapi ini lain. ada tawa yang tak bertepi, ada letupan kebahagiaan dari senyum kecil ini… ada sejumput rindu dalam keterbukaan wawasan dan kebaikan hati… saya berniat serius, menerima apapun kondisi, mencintai setiap jengkal cinta yang tumbuh…

apapun,…

nyatanya; kekalahan pada rasa menyerah itu hadir. melepas dalam kegundahan, dalam tangis yang mengering. dalam senyum yang harus membangkitkan semangat orang lain saat diri sendiri kelelahan menopang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s