my future


bismillah

dalam rangka penelitian skripsi disamping plp di BPS UPI (huahahaha,… tinggal nyikreuh ieu mah ceunah…), saya ingin mengangkat tema mengenai pemasaran, khususnya yang membidik jasa pendidikan. awalnya saya sangat tertarik dengan antusiasme seorang dosen jurusan saya yang juga pandai memasarkan dirinya (melanglang buana berkat otaknya, red.) Dr. Eka Prihatin, M.Pd.

hm,… kembali pada kodrat alam, saya hanyalah anak manusia yang terlahir di bumi galuh, Ciamis yang merasa beruntung mengenyam pendidikan dari mulai TK sampe bangku kuliah. dan melihat fenomena saat saya kuliah, rasanya yang namanya perguruan tinggi itu menjadi gengsi tersendiri buat mahasiswanya, apalagi brand jurusan yang berhasil mereka masuki. dan saya sadar dari awal, memang ada orang-orang yang secara alamiah jenius atau dikatakan cerdas di atas rata-rata yang mampu merebut bangku kuliah dengan jerih payah mereka lewat PMDK dan SPMB (sekarang jalur SNMPTN). namun, tak bisa dipungkiri dan tak perlu menutup mata-telinga kalau banyak juga mahasiswa yang otaknya rata-rata, malahan under achievement bisa meraih bangku kuliah bergengsi. yah~ masih aja praktik kolusi merajalela. tapi setidaknya mudah-mudahan niat hati mereka mulia; memajukan segala aspek yang ada di indonesia.

citra universitas. itu yang terngiang dalam otak saya begitu saya menginjak tingkat 3 dan terdesak judul Penulisan Karya Ilmiah yang waktu itu saya sempat madek di BOS, kepemimpinan, kinerja, dan otak buntu lainnya. saya pernah dengar, bahkan mengalaminya sendiri pas tingkat 1 ketika di bus papasan sama orang-orang. teman dengan bangga ketika ditanya : “kuliah dimana dik?”… dan dia tersenyum menatap (seakan masa depan cemerlang terhampar didepan matanya): “ITB…” atau “Unpad”… atau “IPB” dll… sementara saya dan yang lain sempat beberapa saat minder saat menyebut brand tempat kuliah, yang sebenarnya sekarang, kalo observasi ke dinas-dinas nama UPI BANDUNG itu sangat sangat sangat diperhitungkan. maklum, calon pendidik kan kebanyakan lahir dan ditempa di sini. hee

balik lagi. UPI dibilang sangat bagus. malahan kadang saya apatis juga kalo ngobrolin kuliahan, teman-teman dengan bangga memuji tempat kuliahan mereka, sedikit banyak saya tahu tempat kuliah saya, baik buruknya. dan menyebabkan seringkali saya tidak loyal terhadap brand itu sendiri. tapi setelah saya perhatikan fenomena-fenomena unik lainnya, kebanyakan siswa-sang calon mahasiswa memilih tempat kuliah karena nama. karena gengsi. karena rekomendasi. lalu apa? kenapa?

jawabannya pastinya: citra dan masa depan yang akan dibentuk juga. PTN lebih sering dilirik karena selain reputasinya baik, biaya kuliahnya tak semahal di swatsta (kecuali pada jalur khusus yang ikutan matok biaya dll, kayak DSP, sumbangan bangunan, dll). selain itu, tempat kerja alias stakeholders lebih peka dan respon terhadap lulusan universitas/ politeknik. akademi dll negeri karena yakin lulusannya dicetak sedemikian rupa melalui skema sistem yang runut dan memiliki kualitas lulusan yang ilmunya mumpuni. hmmm~ lalu bagaimana nasib universitas swasta yang belum punya taring alias giginya ompong? setelah tergilas dengan nyaris disahkannya UU BHP, mereka kini rada bisa bernafas lega lantaran 2012 nanti jalur penerimaan khusus di PTN akan dihapuskan. saya yakin kredibilitas Maranatha, Trisakti, dll yang sudah beken diakui masyarakat sebagai konsumen pendidikan tinggi. lalu bagaimana dengan universitas swasta yang memang belum dikenal dan masih terbatas pada lingkup wilayahnya saja?

nah, saya tertarik tuh… makanya saya ini dicetak di ciamis, diolah diciamis, bakalan balik lagi ke ciamis buat memajukan pendidikannya. mudah2an olot ngga nuntut macem2. hah~

mudah2an apa yang saya lakukan kelak berguna buat masukan universitasnya, dan mereka mampu menyusun strategi pemasaran yang lebih jitu biar bisa menembus pasar nasional, sukur2 masuk dalam webometrik dan jadi WCU alias world class university. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s